(Cerpen) Wanda : ternyata aku salah

Aku terbangun saat mentari masih terbit,embun pagi yang sejuk menyambut ku pagi itu untuk memulai aktivitas yang melelahkan setiap hari yang ku jalani,aku adalah siswa sma dan sekarang aku duduk di kelas 2,seperti biasanya aku termasuk siswa yang slalu datang tepat waktu ke sekolah,di sekolah aku termasuk siswa yang usil deng teman-teman meski terkadang aku yang di usil’in sama mereka tapi itulah yang membuat kami merasa sepeti keluarga yang saling berbagi.
Setiap sore aku sering hangout dengan teman-teman atau nggak nongkrong di salah satu rumah teman ku di sana kami melakukan aktivitas favorit kami yakni sharing tukar fikiran,,tapi sore itu sangat berbeda karena aku secara ngk sengaja ketemu sama mantan adik kelas ku waktu smp tapi anehnya aku tidak tahu nama ya di saat aku bertatap muka dengannya dia tersenyum pada ku dan aku pun membalas nya dengan sebuah senyuman tanpa aku sadari waktu berlalu begitu cepat .
Setelah sampai di rumah aku masih penasaran siapa sebenarnya cwe itu,untuk itu aku berusaha mengingat ingatan ku waktu smp dulu tanpa sadar aku teringat sama teman cwe sekelas ku wktu smp nama nya nina,esok hari nya aku bertanya sama nina nama mantan adik kelas ku itu kemudian aku sebutkan lah ciri-cirinya ke nina,dia pun tertawa-tawa mendengar cerita ku,ehmmm....... kamu jatuh cinta pada pandangan pertama ya sama umi,ohhh....... jd nama nya umi ya nin” tanya ku”,,ya iya lh “jawab nina”,dia kan dulu adik kelas kita waktu smp dulu,,berarti kamu akrab dengan umi ya nin,”tanya ku” boleh donk aku minta no hp ya?????????,,nanti ja lh pas pulang skul ja ya????,,yah deh,”jawab ku” tapi jangan lupa ya nin,iya..iya “jawab nina” mendengar perkata’an nina membuat ku sangat senang karana aq masi sangat penasaran dengan mantan adik kelas ku,,hp ku pun berdering tanda ada ya pesan masuk, betapa senang nya aku ketika ku buka pesan itu yang berisi no hp nya umi langsung aja tanpa babibubebo lagi aku mulai mengetik kata-kata buat kirim sms ke umi cukup sederhan kata-kaya yang ku ketik hanya berisi tulisan hi???????? Tapi kata itu hanya sia-sia umi tidak membalas sms aku,,perasaan ku cukup sedih tapi mau bagaimana lagi toh di mungkin ngak mau ngelayanin sms sama no orang yang ngak di kenal nya
Hari pun berlalu sampai berhari-hari lamanya aku mulai bisa melupakan kejadian di sore itu saat pertama aku bertemu dengan nya yang membuat ku jatuh cinta pada pandangan yang pertama karena umi adalah seorang cewe yang menggunakan kerudung yang merupakan cewe yang aku impi’in selama ini,sore itu aku sangat terkejut melihat inbox di hp ku yang merupakan balasa’an sms dari umi kata nya ini siapa??? secepat kilat aku membalas sms nya kata ku maaf ya dek ini kak adit,”jawab ku” tapi ini bener kan no nya umi??????,”tanya ku” kemudian dia membalas lagi sms ku,”ya kak”,apa kabar dek???? btw skul di mana sekarang???,”tanya ku”,hamdala baik katanya trus dia menjawab lagi aku skul di sma harapan jaya 3 kak,,owhhhh kalo kk sendiri skul di mana,”tanya nya pada ku”ehmm kk sekarang skul di sma harapan jaya 1
Dari pekenalan itu aku dan umi menjadi semakin akrab perasaan ku semula sudah hilang kini seolah bersemi kembali seiring pehatiannya kepada ku dia benar-benar menjadi orang yang bisa merubah sikap ku yang masih malas-malasan untuk beribadah karena umi adalah cewe yang rajin beribadah dia seperti memberi hidayah kepada ku hri-hari ku lalui dengan ceria sampai suatu hari aku menanyakan tentang perasan nya dengan mantan pacar nya tetapi dia tidak mau menjawab nya tapi aku terus bertanya kepada nya hingga akhirnya dia marah pada ku dari situ lh tanpa sadar aku mengunkapkan perasaan ku kepada nya hingga suasana seketika menjadi terhenyak hening kemudian dia bekata kepada q bahwa dia tidak bisa menerima ku,, lalu aku menjawab kenapa kamu ngak bisa menerima ku?????apakah karena mantan mu?????,ya,”jawab umi”,,kenapa??,”tanya ku”karena aku masih mennyayanginya dan kami masih saling mennyanyangi dan dia tak tergantikan di hati ku,”jawab umi”aku hanya bisa terdiam mendengar perkataan nya dan tertunduk lesu karena selama ini ternyata aku telah salah menduga dari perhatiannya kepada ku
Setelah kejadian itu aku tak pernah lagi menhubungi atau pun ketemu dengan umi dan tak tahu kabarnya hingga saat ini hari-hari yang ku lalui dengan kesedihan karena aku merasa ada yang hilang dari kehidupan ku,saat aku mendengar kabar dari temen ku nina kalau umi sekarang sudah kembali bersama mantan pacarnya,,mendengar perkataan nina aku sangat kecewa dengan keputusannya yang lebih memilih mantannya yang pernah ngecewa’in nya tapi aku harus menerima semuanya karena itu sudah menjadi pilihannya hari-hari ku semakin bertambah berat ku jalani karena sudah tidak ada lagi yang mengingatkan aku tapi di saat hati ku sedang terluka nina adalah orang yang selalu memberi ku semangat untuk tidak terpuruk karena itu dan aku baru menyadarinya betapa bodohnya diriku bila aku terus-terusan bersedih memikirkan itu di saat itulah aku baru sadar lebih baik di cintai dari pada mencintai karena mencintai itu menyakitkan.



CREATED 


Ingin mendapatkan artikel terbaru rachmad langsung ke emailmu ? GRATiS! silahkan masukkan e-mail anda: Delivered by FeedBurner

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "(Cerpen) Wanda : ternyata aku salah"

Post a Comment